Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

teori pendidikan

TEORI-TEORI PENDIDIKAN DARI MASA
SEBELUM MASEHI HINGGA ABAD 4

1.    TEORI PENDIDIKAN  PLATO
Plato adalah filosofi besar yang lahir di Atena Tahun 428-7 S.M. Dia adalah murid dari Socrates dan guru dari Aritoteles. Ia mengembangkan teori pendidikannya dari berorientasi pada tempat kenyataan / fakta.
a.    Fakta psikologi yang menguraikan jiwa dan kepribadian manusia
Dari observasi dan intropeksi, plato memandang bahwa jiwa manusia terdiri atas tiga kemampuan yaitu akal, spirit / kekuatan dan nafsu, yang kesemuannya itu tidak menjadi perbedaan dari jenis kelamin. Kenyataan lain bahwa manusia tidak dapat mencukupi kebutuhannya sendiri, maka manusia harus bekerja sama dalam bermasyarakat.
b.    Fakta kemasyarakatan dari pandangan plato
Jenis masayarakat yang digambarkan plato adalah berfungsi ekonomi yang artinya hidup bersama mencari keuntungan ekonomi, militer dan pemerintahan.
c.    Hubungan individu masyarakat
Sumbangan individu dapat diberikan melalui partisipasi kedalam fungsi ekonomi, militer dan pemerintahan, yang seharusnya ada pada negara yang maju melalui orang-orang yang cocok untuk menjalankan ketiga fungsi diatas.
Pola Pendidikan Menurut Plato
1.    Jika manusia memiliki akal sehat yang menonojol dalam jiwa mereka, maka mereka akan menjadi individu yang efisien dan sempurna, pendidikan  berlangsung 5 tahap :
a.    Dari lahir sampai umur 17 dan 18 tahun, yaitu pemeliharaan orang tua, bermain dan perkembangan tubuh.
b.    Dari umur 17,18 sampai 20 tahun, yaitu pemuda cocok untuk memperoleh latihan kejasmanian.
c.    Umur 20 sampai 30 tahun, dalam tahap ini tepat diajarkan sains, misal berhitung, geometri, astronomi dan musik.
d.    Umur 30 sampai 35 tahun, dalam tahap ini tepat untuk memberi ilmu pengetahuan dan prinsip dunia.
e.    Umur 35 sampai 50 tahun, bagi yang berhasil dalam pengembangan dalam umur 50 ke atas dapat memangku jabatan-jabatan pemerintah.
2.    Bagi manusia yang terdidik secara terdiri dengan baik dapat membantu kepemimpinan, tapi bila mana mereka tidak terdidik mereka dapat menjadi sumber bahaya bagi masyarakat.
3.    Apabila manusia yang daya kehendaknya dominan menempuh pendidikan tahap pertama, mereka akan menjadi anggota kelas pelaksana yang produktif. Tapi bilamana tidak terdidik maka keinginan mereka akan kesenangan duniawi mereka akan menambah kekayaan dengan mengandalkan militer dan politik.

2.    TEORI PENDIDIKAN QUINTILIAN
Macus Fabius Quintilian lahir di spanyol, lahir tahun 35 dan meninggal tahun 90 masehi, karena ia hidup dan belajar di Romawi  maka ia tumbuh sebagai orang Romawi. Pada masa mudanya ia menjadi asisten ahli hukum yang terkenal yaitu Demitius Afer, dan dia mengajar ilmu hukum di Roma  dan menulis dengan judul “Institutio Oratoria”.
Quintilian mengemukakan dalam teori pendidikan pernyataan tentang fakta. Pernyataannya tentang fakta cukup singkat dan tidak berkembang. Dalam bidang psikologi ia berpendapat bahwa jiwa manusia terdiri atas jenis kapasitas-kapasitas bertingkah laku impulsif (dorongan hati), kapasitas pengamatan pasif, dan kapasitas berfikir. Akal adalah kekuatan menemukan apa yang benar dan baik, yang secara aktif mengendalikan keinginan yang dihasilkan dari kerjasama antara pengamatan pasif dan dorongan hati, proses ini membentuk karakter atau kepribadian seseorang. Meskipun setiap manusia punya ketiga kapasitas itu, namun perkembangan mereka berbeda.
Karakter manusia berkembang dalam 3 tahap :
Pertama, beberapa tahun setelah lahir anak dikuasai oleh dorongan hati, kemampuan pengamatan pasif belum teratur dan akal belum bekerja.
Kedua, menjelang umur 7 tahun, anak menyadari kesan-kesan indera yang berada dalam ingatan dan imitasi tingkah laku teramati.
Ketiga, imajinasi dan akal mulai bekerja, manusia sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk.
Menurut Quintilium, tujuan pendidikan adalah membentuk karakter seseorang, dan ia mengharapkan dari pendidikan itu manusia baik yang terampil dalam berbicara, maka dari itu dapat ditempuh latihan-latihan dalam 4 tahap :
1.    Beberapa tahun setelah lahir
Anak harus dapat pengaruh-pengaruh yang positif dari orang tua, pengajar ataupun kawan-kawan. Anak harus diajar berbicara, semua orang disekitarnya harus berbicara dengan bahasa yang baik.
2.    Beberapa saat menjelang umur 7 tahun
Dalam tahap ini hendaknya anak diajar oleh guru secara individu, yang harus diajar membaca, menulis, berhitung dan bermain, sebaiknya belajarnya dipelayanan sekolah anak-anak.
3.    Setelah umur 7 tahun sampai 17 tahun. (Tahap Belajar Tata Bahasa).
Disini anak diajar tata oleh bahasa dan ingatan anak mulai aktif dan kakuatan instalasi perlu dimanfaatkan. Pengajaran menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, resitasi, membaca dan praktek.
4.    Tahap belajar pidato (Rhetoric Study)
Tahap ini menggunakan metode membaca, mengarang, deklamasi, debat, ceramah, dan diskusi.
Pidato adalah seni berbicara yang baik, hendaknya anak diberi wawasan yang luas yang mencakup pelajaran puisi, drama, prosa, sejarah, undang-undang, filosofi dan teori pidato.

3.    TEORI PENDIDIKAN AGUSTINE
Aurelius Augustine (St. Augustine) lahir di Algeria tahun 354 M. Ia memperoleh pendidikan Romawi dibidang Rhetoric. Karena ia mengembangkan kecakapannya untuk gerakan muda kekriteriaan ia mendapat jabatan sebagai Bapak atau dokter gereja.
St. Augustine menulis tentang pendidikan sejak umur 20 tahun hingga meninggal, yaitu pernyataan tentang fakta ada dua jenis : psikologi dan historis.
1.    Pandangan Psikologi Augustine
Augustine menerangkan manusia dalam kepribadiannya adalah berupa kombinasi  antara badan dan jiwa. Badan melaksanakan sesuatu atau tindakan yang digerakkan oleh jiwa dengan cara-cara tertentu. Ada 3 aktivitas jiwa yaitu mengetahui, merasa, dan kemauan.
Untuk mengetahui sesuatu, dapat ditempuh 4 cara :
(1)     Pengamatan (Sensations)
(2)     Mengingat (Remembering)
(3)     Berfikir  (Reasoning) dan
(4)     Kombinasi dari ketiga cara itu
Kedua perasaan, untuk merasakan sesuatu digunakan empat aktifitas mental, yaitu :
Mengingini, menikmati, takut dan susah.
Ketiga kemauan, kemauan berbeda dengan keinginan, kemauan penyangkut pemilihan dengan sengaja dan kemauan dapat mengendalikan keinginan.
2.    Pandangan Sejarah Dunia
Pandangan Augustine tentang sejarah dunia adalah perkembangan dunia merupakan perwujudan apa yang ada pada awal waktu. Pada awal  terciptanya dunia segala kemungkinan bisa terjadi pada masa-masa sejarah terjadinya peristiwa-peristiwa. Bahan-bahan pembentukan dunia ada 4 jenis yaitu bumi, air, udara dan api, dimana pusat dunia adalah bumi yang yang dikelilingi oleh berbagai makhluk hidup yang banyak terwujud dari air,kemudian disusul udara dan atmosfir dimana diluar atmosfir terdapat jasad-jasad api seperti planet-planet dan matahari.
Di dalam aturan semesta terdapat sejarah yang mulanya terciptanya malaikat dan lucifer (syaitan), dan tak lama kemudian sekelompok dari meraka tersesat oleh lucifer untuk memberontak dan menyusun kekuatan melawan kehendak Allah. Adam diciptakan dari tanah liat dan dimasukannya ke dalamnya jiwa. Untuk teman hidup, terciptanya Hawa dari tulang rusuknya. Kehidupan keduanya sangat patut kepada Allah dan bahagia. Tiba-tiba lucifer menggoda dan menghasut Hawa, dan Hawa merayu adam untuk melanggar perintah Allah, mereka menghendaki secara bebas, maka Allah memberi hukuman keduannya untuk meninggalkan kebahagiaan abadi.
Kehidupan sosial terlaksana dalam 4 masyarakat : keluarga, pedesaan / perkotaan / masyarakat bangsa dan masyarakat dunia. Setelah manusia jatuh kedalam dosa, maka diantara mereka timbul saling dominasi, kerusuhan, takut akan mati, kebencian, balas dendam dan peperangan. Semua adalah berdosa, oleh karena itu mereka tidak dapat mengelak dari kekeliruan.

Posting Komentar untuk "teori pendidikan"